Tidak Bisa Berangkat Bekerja ke Malaysia dan Singapura, Warga Karimun Resah
SIGAPNEWS.CO.ID | Karimun - Akibat sulitnya untuk melakukan perjalanan ke Malaysia dan Singapura untuk bekerja mencari nafkah, masyarakat Kabupaten Karimun resah.
Terutama sekali bagi warga masyarakat yang memiliki keuangan yang pas-pasan. Ketika sampai di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, warga tersebut khawatir tidak diberikan tiket karena tidak memiliki uang yang lebih.
Salah satu warga masyarakat yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, dengan adanya agen tiket di pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang dikenalnya membuat dirinya bisa berangkat ke Malaysia atau Singapura walaupun dalam kondisi kekurangan uang untuk berangkat.
“Agen tiket yang saya kenal dapat mendahulukan uang tiket saya agar saya dapat pergi ke Malaysia atau ataupun Singapura untuk bekerja,” ujarnya kepada awak media, Selasa (14/7/2026).
"Dalam pandangan saya sendiri, berapa ribu orang yang masuk ke Malaysia atau ke Singapura dapat terbantu secara ekonomi dan tak ada yang merasa dirugikn, dan dengan adanya berita yang mengatakan adanya pungli atau gerenti malah merugikan saya, karena saya selama ini kerja keluar masuk ke Malaysia atau Singapura sangat terbantu ekonomi saya,” terangnya.
Warga tersebut juga mengingatkan agar jangan hanya tahu gerenti saja, dirinya masuk ke Singapore atau Malaysia tak pernah mengunakan gerenti dan kebanyakan yang masuk, termasuk dirinya selalu kekurangan uang untuk berangkat, malah dibantu oleh agen tiket. “Bagi saya sendiri, tidak ada di pelabuhan manapun seperti ini selain di pelabuhan Tanjung Balai Karimun,” tegasnya.
"Dan saya rasa Gerenty itu hanya untuk kita sendiri agar kita dapat masuk ke Malaysia tidak ditolak atau pun ditendang oleh pihak Imigresen Malaysia, karena saya sendiri memang keluar masuk Malaysia atau Singapura untuk pergi bekerja. Dan buat saya pribadi kalaupun ada isu berita dari media yang mengatakan seperti berita yang kemarin saya dengar saya pun tidak dirugikan karena sudah ada kesepakatan antara saya dan pihak jasa tiket untuk masuk ke Malaysia dijamin bisa masuk. Jadi saya rasa saya tidak dirugikan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua KPK Karimun, Mardana Surya Karma mengatakan, untuk memahami dampak secara menyeluruh terkait hal tersebut, perlu dilakukan analisis mendalam terhadap substansi permasalahan di lapangan serta solusi konkret yang bisa diterapkan demi kesejahteraan masyarakat luas khususnya masyarakat di Kabupaten Karimun.
“Gerenti biasanya merujuk pada praktik pembayaran uang atau jasa tertentu agar mendapatkan kepercayaan diri (jaminan) dalam proses migrasi ke luar negeri, khususnya ke Malaysia. Banyak masyarakat yang memilih jalan ini karena merasa proses resmi terlalu rumit. Dan belum tentu setiap bulan kita bisa masuk khususnya ke Malaysia, apalagi kebanyakan masyarakat Kabupaten Karimun memang setiap bulan keluar masuk kerja ke Malaysia,” kata Mardana.
Menurut Mardana, praktik Gerenti seringkali dilakukan secara sukarela tanpa ada paksaan dari pihak manapun, dan itupun hanya berlaku di luar negeri. **
Editor :Muradi